Minggu, 10 Mei 2015

Artikel tantangan dari Om Jay ( Wijaya Kusumah )

Jeruuuk...ah itu sih buah yang bisa kita temukan dimanapun dan kapanpun . Gak tau deh jeruk itu termasuk buah musiman atau bukan , tapi sepertinya kapanpun kita pingin jeruk pasti selalu bisa kita dapatkan , entah itu di supermarket , pasar tradisional , penjual buah pinggir jalan , mamang buah yang lewat depan rumah...atauuu langsung aja datengin petani jeruknya hihihi .

Jeruk...buah segar , dengan harga gak terlalu mahal , higienes karena ada kulitnya , banyak manfaat , mengandung vitamin C , pokoknya jeruk tuh buah favorit keluarga deh .
Aku suka semua jenis jeruk . Jeruk lokal , jeruk sunkist , jeruk baby , jeruk bali , jeruk lemon , jeruk nipis dan masih banyak lagi jenis lainnya . Tapiiii ada satu jenis jeruk yang jika kita menyebut namanya jadi ingat sesuatu yang menyeramkan , tahu gak kamu jeruk apa yang aku maksud....jeruk puruuuut mengingatkanku akan film 'hantu jeruk purut'...hiiiii takuuut 😱

Ngomong tentang buah tentu gak cuma jeruk . Coba deh belanja di supermarket , terutama di ' super indo' terus  masuk ke counter buah , yaaah jadi lapar mata , pingin semuaaa . Buah- buah segar yang dipajang dengan apik sungguh menggoda iman . Jeruk yang mengkilap , anggur yang ranum , apel hijau manalagi , belimbing demak , salak pondoh , semangka , melon...oooh mana tahaaaan .
Untungnya belanja di supermarket bisa sekehendak kita , mau sekilo , setengah kilo , bahkan beli belimbing atau apel satu biji juga bisa . Yaaah untuk memuaskan keinginan , ambil aja banyak item tapi dikit dikiiit ajaaa .

Eh tapi beli buah di pasar tradisional asik juga loooh...kita  bisa minta 'imbuh' atau tambahan pada penjualnya . Lebih seru lagi karena kita bisa tawar menawar harga , itu seninya kita belanja di pasar tradisional .

Duuuh cerita tentang buah sih bisa panjang x lebar alias panjaaaang banget nih....udah dulu ah , mau ngupas pepaya niiih...iiiih segaaaar , kalian pingin gaaak....( beli sanaaaa tapi hari gini pasar dah tutup.....jadi buruan ke super indo..... yuk ah )

Jumat, 08 Mei 2015

GELAR SENI SMA NEGERI 3 PURWOREJO MERIAHKAN HARDIKNAS 2015



Dalam rangka memperingati hari pendidikan Nasional 2015 banyak sekali agenda dan kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan acara ini. Salah satu acara yang dilaksanakan di sekolah – sekolah maupun instansi Pendidikan adalah Pelaksanaan Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional 2015.
Sabtu pagi tanggal 2 Mei 2015 , cuaca mendung tidak menghalangi acara puncak peringatan Hardiknas yaitu upacara bendera yang diikuti oleh perwakilan semua sekolah , instansi dan muspika di lingkup kecamatan Purwodadi Purworejo . SMA Negeri 3 Purworejo mendapat kehormatan sebagai tim pengibar bendera dan pembaca Pembukaan UUD 1945 .

 
  Keseluruhan tim eksis dengan Kepala Sekolah seusai pentas

Begitu upacara selesai , tim kesenian SMA Negeri 3 Purworejo segera memasuki lapangan .  Gerimis masih terus turun , lapangan basah tapi tak menyurutkan langkah . Dimulai dari para penari kuda lumping yang berjumlah sekitar 20 anak dengan iringan para pengrawit mereka menampilkan tarian yang memukau  . Berikutnya masuk 10 penari topeng ireng , dengan kostum yang sangat menarik ditambah gemerincing lonceng pada asesoris kakinya .Tarian dinamis terkesan magis menarik perhatian dan tepuk tangan dari penonton . Dan yang terakhir masuk ke lapangan adalah sepasang barongsai imut , lincah dan lucu . Gerakan yang ditampilkan 2 barongsai ini mengundang tawa dan tepuk tangan penonton . Kolaborasi yang dikemas dengan apik , unik dan menarik . Di akhir pertunjukan , dua orang penari kuda lumping naik ke punggung barongsai menuju podium untuk menyerahkan buket bunga bagi para muspika . Dan surprise dari bapak Camat serta jajaran muspika , mereka semua turun ke lapangan ikut menari dan berfoto dengan seluruh tim penari . Satu kata untuk persembahan dari SMA Negeri 3 Purworejo “Sukses” .

                                                            Persiapan menjelang pentas
Semua kemeriahan peringatan Hardiknas di kecamatan Purwodadi Purworejo Sabtu 2 Mei 2015 tersebut  bermula dari gagasan ibu Dra Sri Sujarotun , MPd selaku Kepala SMA Negeri 3 Purworejo agar SMA Negeri 3 Purworejo bisa ikut memberikan kontribusi dalam memperingati Hardiknas tingkat kecamatan di Purwodadi Purworejo dengan mempersembahkan suatu pertunjukan seni . Maka diputuskan SMA Negeri 3 Purworejo akan membuat pertunjukkan tari kolosal yang akan dipentaskan pada saat acara puncak peringatan yaitu pada upacara Hardknas tanggal 2 Mei 2015 di lapangan kawedanan Purwodadi Purworejo 




Persiapanpun segera dimulai , perekrutan penari dan pengiring atau pengrawit dengan cepat dilakukan , hal ini tidaklah sulit karena banyak siswa SMA Negeri 3 Purworejo yang memang mempunyai bakat dan kemampuan tari . Latihan dilakukan pada sore hari dengan bimbingan giuru bahasa jawa yang juga pelatih tari ibu Asih Yuniati , SPd . Dalam pertunjukkan tersebut akan digelar 3 tarian kolaborasi yaitu tari topeng ireng, tari kuda lumping dan barongsai ,  dengan jumlah penari dan pengrawit kurang lebih 50 siswa 


Upacara selesai , pertunjukkan seni sudah digelar , meski gerimis semua berjalan lancar , meriah dan sukses . Selamat untuk SMA Negeri 3 Purworejo dengan gelar seninya . Dengan tema , Pendidikan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’. Mari kita bimbing generasi penerus bangsa menjadi pribadi yang cerdas  dan berkarakter . Selamat Hari Pendidikan Nasional 2015 .





                                    

Purworejo , 2 Mei 2015
( Tri Eni Widyastuti , waka Humas SMA Negeri 3 Purworejo )



Sabtu, 21 Maret 2015

SCHOOL PARTNERSHIP



Catatan perjalanan kunjungan persahabatan antar sekolah
 Indonesia – Malaysia
  25 Februari  – 1 Maret 2015

Bermula dari tawaran bapak Nur Azis , Kepala SMA Negeri 6 Purworejo kepada Kepala SMA Negeri 3 Purworejo untuk bisa ikut serta dalam program Kunjungan Persahabatan antar sekolah atau School Partnership Indonesia – Malaysia , jadilah kami ber-enambelas bertolak ke Malaysia pada hari Rabu  tanggal  25 Februari 2015 . Rombongan terdiri dari 8 orang guru dan 8 orang siswa gabungan antara SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 6 Purworejo .

Hari pertama , Rabu 25 Februari 2015

Rombongan bertolak dari bandara Adi Sucipto Yogyakarta dengan menggunakan pesawat Air Asia Flight No AK 347 . Penerbangan lancar cuaca cerah , pesawat  mengudara selama kurang lebih 3 jam dan tiba di Kuala Lumpur International Airport 2 ( KLIA 2 ) ,  sekitar pukul 4 sore waktu setempat . Bandara KLIA 2 terlihat masih baru , besar , luas , ramai dan bersih . Setelah keluar gate, kami harus berjalan sangat jauh untuk mencapai bangunan utama di terminal ini . Seperti kebanyakan orang Indonesia ( hehehe ) begitu sampai kami segera ber-selfieria di bandara .

                                                

                                                           

Pic1: KLIA2 luas dan bersih
















                                                                     Pic 2 . Kalau capek bisa ngikut lantai yang bisa jalan 

   
Di bandara rombongan sudah dijemput oleh Koordinator program Tuan Ahmad Badri bin Mardi yang juga menjabat sebagai Pengetua SMK Puchong Perdana ( SMK disana bukan Sekolah Menengah Kejuruan lho...tapi Sekolah Menengah Kebangsaan  , sama dengan SMA di sini ) . Karena sudah sore dari bandara kami langsung diantar untuk chek in di YB One Hotel di daerah Puchong Selangor . Menunggu maghrib di Selangor terasa begitu lama , jam 7 malam masih terlihat terang . Malam pertama di Malaysia hanya diisi acara makan malam dengan menu komplit ( kebanyakan dominan rasa bumbu kari ) . Malam di Selangor sama seperti malam di kota-kota besar di Indonesia , bahkan terlihat lalulintas tidak begitu ramai gak ada macet , kendaraan lancar jaya . Sehabis makan kami sempatkan untuk mengobrol-dengan tuan rumah yang begitu ramah , bapak Badri dan beberapa orang guru SMK Puchong Perdana .  Setelah itu masuk kamar langsung tidur , eh gak ngimpi lho .



                                   Pic 3 : Makan malam perdana di Selangor Malaysia


Hari kedua , Kamis 26 Februari 2015

Terbangun di pagi hari  masih gelap gulita . Setelah mandi dan sholat subuh kami semua turun ( kami menempati kamar di lantai 2 dan lantai 3 ) . Meski masih pagiii... kami sudah sibuk berselfieria di depan hotel , hadeeeh...gak muridnya gak gurunya sama narsisnya . 



Pic4:
      Bu Jarot , bu Ratri , bu Eni , Laksami , Amalia , Devira , Fauzia , bu Tartik , pak Wahyudi

Tepat pukul 8 pagi , bus menjemput kami untuk melakukan lawatan pertama . Sarapan dibagikan di dalam bis ,  bukan nasi tapi mihun goreng berwarna merah karena dominan saos dengan irisan cabe merah , udang dan cumi , minumnya susu Milo yang dominan banget rasa susunya ( lain deh dengan Milo disini ) . Oya , ternyata mihun merah adalah menu sarapan favorit orang Malaysia ( kita-kita sih berasa belum sarapan karena belum ketemu nasi ) .


Lawatan ke Sekolah Menengah Kebangsaan ( SMK ) Bandar Banting .

Rombongan langsung menuju destinasi pertama yaitu Sekolah Menengah Kebangsaan ( SMK ) Bandar Banting , Kuala Langat Selangor Malaysia . Pengetua atau Kepala Sekolah saat ini Tn Hj Khairi bin Bidin . Sekolah yang didirikan tahun 2000 ini sekarang memiliki sekitar 2500 siswa yang terdiri dari Form 4 ( setingkat SMP ) dan Form 5 ( setingkat SMA ) .
Turun dari bus , rombongan langsung disambut dengan pertunjukan gamelan dan tarian India yang diadakan di lobi depan  . Seni karawitan dengan gamelan ( istilah Malaysia-nya saya lupa ) , bagi kita orang Indonesia gak asing . Setelah itu dipertunjukkan pula tarian India . Ternyata disini komunitas India lumayan banyak . Cukup meriah dengan lagu-lagu India yang rasanya tidak asing lagi bagi telinga kita , seperti Sonia dan Kuche-kuche Hotae ( ssstt...Bu Jarot Kepsek SMA Negeri 3 Purworejo sepertinya gak tahan pingin ikut goyang India hehehe ... ) . Acara penyambutan di lobi di akhiri dengan sesi foto bersama .
















 Pic 5



Pic 7

Setelah sambutan yang cukup meriah dan menarik , acara berpindah ke bilik wawasan dengan agenda utama penandatangan MOU Dokumen Persahabatan antara SMA Negeri 3 Purworejo ( ibu Dra Sri Sujarotun , MPd ) dengan SMK Bandar Banting ( Tn Hj Khairi bin Bidin ). Dengan MOU ini diharapkan terjalin hubungan persahabatan antara kedua sekolah , bertukar wawasan , pengetahuan , kesenian dan pengalaman . 



                Pic8 : Penandatanganan dan penyerahan dokumen nota kesepahaman ( MOU )

  Selepas penandatangan MOU , acara dilanjutkan dengan perkongsian ilmiah antara pendidik SMK Bandar Banting dengan pendidik SMA Negeri 3dan SMA Negeri 6 Purworejo . Oya , di Malaysia istilah untuk Kepala Sekolah adalah Pengetua dan istilah untuk Wakil Kepala Sekolah adalah Penolong Kanan .Pada kesempatan perkongsian ilmiah ini guru-guru pengampu mapel yang sama saling mengobrol , bertukar pikiran dan pengalaman mengenai pola pendidikan di negara masing-masing . Untuk konten materi pelajaran terutama pada bidang sains bisa dikatakan sama . Kebetulan 3 diantara guru SMA N 3 yang ikut lawatan adalah guru sains fisika , kimia dan biologi . Saat kunjungan ke kelas terlihat disitu guru menerapkan model pembelajaran kooperatif learning . Siswa yang ikut lawatan juga diberi kesempatan untuk mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di kelas . Mereka terlihat dengan cepat dapat membaur dan menyesuaikan diri dengan teman-teman baru dari Malaysia . Bahasa tidak menjadi kendala , karena bahasa Malaysia adalah bahasa Melayu yang mirip dengan bahasa Indonesia .
Ruang Pusat Sumber Belajar atau perpustakaan di SMK Bandar Banting ini ditata dengan sangat menarik dan nyaman . Nampaknya literasi membaca sangat digalakkan disini . Disediakan doorprize menarik diantaranya adalah sepeda untuk siswa yang paling aktif membaca dan berkunjung ke perpustakaan . 

 Acara berikutnya kami semua diajak ke Pusat Sumber Demonstrasi Memanah . Memanah adalah olahraga andalan dari SMK Bandar Banting . Beberapa prestasi sudah mereka raih di tingkat Negeri . Setelah diberi pengarahan tentang alat dan cara memanah , siswa diberi kesempatan untuk mencoba . Laksami dan Devira dari SMA N 3 Purworejo tidak menyia-nyiakan kesempatan . Mereka dengan percaya diri mencoba mempraktekkan teori memanah yang baru saja didapat . Selesai demontrasi memanah dilanjut dengan menanam pohon atau pokok ‘ Jalinan Nusantara di halaman sekolah . Acara di SMK Bandar Banting diakhiri dengan lawatan ke Anjungan Selera Jamuan atau kantin sekolah yang besar dan bersih untuk santap siang dengan menu yang lezat . Sungguh lawatan yang sangat berkesan . 

                                                     Pic9 : Laksami action belajar memanah

 Lawatan ke Sekolah Menengah Kebangsaan ( SMK ) Puchong Perdana .

Destinasi berikutnya selepas dari SMK Bandar Banting ,  kami melanjutkan lawatan ke Sekolah Menengah Kebangsaan  Puchong Perdana , Puchong Malaysia . SMK Puchong Perdana juga terdiri atas sekolah setingkat SMP ( form 4 )  dan SMA ( form 5 ) dengan sekitar 2500 siswa dari beberapa etnis , termasuk etnis India yang terlihat lumayan banyak disini . Begitu turun dari bus sekitar pukul 1.30 siang waktu setempat  , kami disambut meriah dengan musik hadroh dan langsung diantar ke Bilik Perdana untuk acara Majlis Ramah Mesra yang diisi dengan ucapan selamat datang dari Pengetua SMK Puchong Perdana , En Ahmad Badri bin Mardi .  Oya , pengetua En Ahmad Badri inilah yang menjemput kami di bandara KLIA2 dan yang mengantar kami kemanapun selama di Malaysia layaknya guide . Terimakasih tak terhingga untuk beliau En Ahmad Badri bin Mardi . 



Pic10   : Pengetua En Ahmad Badri bin Mardi saat menyerahkan cinderamata



Pic11 : jamuan  Majlis Ramah Mesra di Bilik Perdana
















Pic12 : Siswa SMA Negeri 3 sedang memperkenalkan diri di Majlis Ramah Mesra


Acara berikutnya dilanjut di Dataran Perdana ( semacam Aula terbuka ) , disini ada pentas grup Qashidah pelajar SMK PP ,  diseling dengan sambutan –sambutan dari masing-masing sekolah . Acara berlangsung meriah , semua siswa SMK PP ikut bergabung di Aula ini . Sayang seribu sayang , hujan lebat tiba-tiba turun disertai angin dan menyebabkan arena Aula basah semua . Dengan sangat terpaksa acara dihentikan . Meski demikian semua siswa dan guru tetap antusias dan melanjutkan lawatan ke Bilik-bilik khas di sekolah ini antar lain ke Pusat Sumber Belajar atau perpustakaan .





















Pic13-14   : siswa SMK Puchong Perdana sedang menuliskan opini mereka pada poster kampanye lingkungan yang dibawa oleh siswa SMA Negeri 3 Purworejo


Acara hari ini yang diisi dengan lawatan ke SMK Bandar Banting dan SMK Puchong Perdana sungguh memberi kesan mendalam bagi kami semua . Banyak hal bisa kami ambil dan kami pelajari . Tapi satu hal yang pasti , sekolah kami meski mungkin secara fisik kalah besar , tapi secara akademis dan non akademis ( kegiatan –kegiatan ekstrakurikuler ) bisa dikatakan sejajar dengan mereka . Sore menjelang , hujan masih mengguyur daerah Puchong , kami semua mengakhiri kunjungan dan diantar ke hotel untuk beristirahat . Mandi , makan malam , ngobrol dan tiduuur . Heeem....

Hari ketiga , Jumat 27 Maret 2015

Yuhuuuii....bangun , banguun . Jumat semangat karena hari ini acaranya adalah wisata ke sekitar Kuala Lumpur . Setelah sarapan di rumah makan yang...eeehm juru masaknya asal Boyolali dan Wonosobo , kami di jemput bus dan berangkat ke Kuala Lumpur .
Perjalanan lancar , jalan yang lebar , halus dan  gak ada macet . Saat melewati satu gedung diatas bukit dengan bentuk yang aneh , saya menanyakan bangunan apakah gerangan yang terlihat diatas bukit tersebut .  Pengetua Ahmad Badri yang berperan sebagai guide kami di Malaysia menjawab bahwa gedung tersebut adalah sejenis Convention Center yang biasa dipakai untuk konser artis-artis internasional. Dan woww....sang driver memberi kejutan bagi kita semua dengan membelokkan arah bus naik menuju gedung tersebut . Gedung yang artistik , diatas perbukitan dan kami diijinkan untuk melakukan kunjungan mendadak untuk sekedar berselfieria disana . Sungguh layanan yang begitu ramah dan prima dari tuan rumah .



Pic15   : inilah penampakan gedung Convention Center dari bawah yang membuat kita penasaran

Setelah puas mengambil foto kami melanjutkan perjalanan menuju menara Kuala Lumpur , salah satu menara tertinggi di dunia . Setelah mengurus tiket masuk ( dengan tak lupa mnta potongan harga pastinya ) , kami masuk ke lift untuk naik ke menara pandang. dan....sssuuutt hanya beberapa menit kami sudah sampai ke teras pertama di ketinggian 270 meter . Beberapa teropong ditempatkan disini untuk melihat lebih detail dan jelas apa yang ada dibawah sana . Teras ini melingkar dan kita bisa berjalan mengitarinya untuk melihat Kuala Lumpur dari atas . Foto-foto dan berselfieria pasti lah tak kita lewatkan .  Di teras ini juga banyak counter penjual cinderamata . Kaos , coklat dan gantungan kunci cinderamata khas Malaysia bisa kita dapat disini . Foto dan belanja adalah satu kesatuan bagi orang yang sedang berwisata . Sayangnya saya lupa mengambil gambar menara Kuala Lumpur ini dari luar ,hadeeeh .

 Pic16 : Kuala Lumpur dilihat dari ketinggian 270m



Karena dibatasi waktu setelah sekitar 1 jam di menara Kuala Lumpur , kami turun dan menuju destinasi berikutnya yaitu daerah Putrajaya . Putrajaya adalah suatu kawasan perkantoran pemerintah yang dibangun diatas tanah rawa . Pembangunan diatur sedemikian rupa sehingga kawasan ini seolah berada ditengah danau . Di kawasan ini terdapat pula kantor Kementerian dimana Perdana Menteri Malaysia menjalankan tugas-tugas pemerintahannya . Bangunan yang megah artistik dengan ciri khas melayu . Selain itu yang menarik disini adalah Masjid Putrajaya , besar megah indah ditengah danau . Ternyata meski  area ini adalah kawasan perkantoran pemerintah ,  dengan penataan yang sedemikian rupa kawasan ini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu tujuan wisata .  Di Masjid Putrajaya terlihat ramai wisatawan yang berasal dari beberapa negara . 



Pic17  : di latar belakang tampak kantor Perdana Menteri Malaysia


Ini hari Jumat ,  mereka yang laki-laki pastilah harus menunaikan sholat Jumat . Keluar dari kawasan Putrajaya , kaum perempuan diturunkan di suatu pusat perbelanjaan .  Sedangkan bapak-bapak diantar bus ke masjid untuk menjalankan sholat Jumat . Setelah menunggu beberapa lama sambil lihat-lihat pertokoan ,  mereka yang sholat Jumat selesai dan kami berpindah tempat untuk makan siang yang sudah agak kesorean . Oya , ciri khas makanan Malaysia itu kalau kuah pasti ada aroma bumbu kari , di setiap kedai makan juga pasti ada nasi lemak , mirip seperti nasi gurih di Indonesia . Selesai makan kami diantar ke Mall , lupa nama mall-nya , masih baru dan belum semua counter dihuni . Harga-harga barang disana....woww , mahal . Sedikit saran untuk para wisatawan Indonesia , kalau mau belanja ( pembayaran dalam mata uang ringgit ) , harga yang tertera di barang gak usah dikurs rupiah , karena kalau di kurs rupiah seringnya kita gak jadi belii...hihihi ( tapi serasa ada kalkulator nih di kepala ) . Sore telah menjelang , badan lelah sudah...saatnya kembali ke hotel , mandi istirahat dan menunggu makan malam . Aaah...hari ini cerah , indah penuh kenangan . 

Pic18   : pose di tepi danau di pelataran masjid Putrajaya 




Hari keempat , Sabtu 28 Februari 2015

Lawatan ke Sekolah Menengah Kebangsaan ( SMK ) Seksyen 18 .

Tepat puku 8.00 kami berangkat menuju sekolah ketiga yang akan kami kunjungi yaitu , Sekolah Menengah Kebangsaan ( SMK ) Seksyen 18 , Syah Alam , Malaysia Hari Sabtu sebetulnya sekolah libur ( mereka menganut sistem 5 hari kerja ) . tapi demi menyambut rombongan dari Indonesia , hari itu siswa dan juga guru-guru masuk semua . Disepanjang selasar sekolah para siswa berdiri di kanan-kiri dengan membawa bendera Indonesia dan Malaysia . Iiih...disitu kadang saya merasa terharuu.....oh .

Di ruang pertemuan ( mereka menyebut bilik mesyuarat ) , kami dijamu  sepiring nasi lemak ( sungguh enak banget ) dan  dihibur grup Qashidah SMK Seksyen 18 . Disini siswa SMA Negeri 3 Purworejo , Laksami dan Devira juga ikut menyumbangkan lagu yang mereka pelajari secara dadakan . Seperti biasa acara dilanjutkan dengan berbagai sambutan dan pastinya juga penandatangan nota kesepahaman ( MOU ) antara Pn Hajah Siti Khadijah bt.Awang Seman selaku pengetua SMK Seksyen 18 dengan Ibu Dra Sri Sujarotun , MPd , Kepala SMA Negeri 3 Purworejo . Lawatan dilanjutkan ke Pusat Sumber Sekolah , Asrama Putri , Perkemahan Perdana dan Bilik Al Battani . Prestasi yang dibanggakn dari sekolah ini adalah adanya Bilik Al-Battani yang merupakan disini mereka mengembangkan soft ware yang dihubungkan dengan satelit untuk memantau dan memetakan cuaca atau iklim, dari ruang kecil tersebut mereka mendulang prestasi di tingkatan negeri , luar biasa . 



Pic19   : penandatangan nota kesepahaman ( MOU ) di SMK Seksyen 18


Pukul 11.00 rombongan bertolak ke Dewan ( gedung ) SUK Shah Alam untuk ikut menghadiri Majlis Perkahwinan keluarga YDP MPSM Negeri Selangor yang kebetulan adalah adik dari En Hj Khairi bin Bidin pengetua SMK Bandar Banting . Beruntung kami berkesempatan menghadiri uapacara perkawinan melayu dari keluarga bangsawan di Malaysia . Oya , lawatan ke Majlis perkahwinan ini minus ibu Sri Sujarotun , beliau langsung ke bandara untuk kemudian bertolak pulang ke Indonesia guna menghadiri acara yang tak kalah penting yaitu festival band se-kedu Thriller Music Invasion ke 7 di SMA Negeri 3 Purworejo .

Jelang sore , rombongan berpindah tempat lagi . Kali ini menuju ke suatu Mall , bukan untuk belanja tapi masuk ke Pusat Bowling Ole-Ole Shah Alam . Kami akan mengadakan perlawanan bowling persahabatan antara sekolah-sekolah yang sudah dikunjungi di Malaysia melawan tentu saja rombongan kecil dari Indonesia . Kami semua dalam rombongan samasekali belum pernah ada yang mencoba olahraga bowling . Lihat bola-bola yang nampaknya begitu berat...haduuh bisa gak ya , kuat gak ya . Briefing tentang bagaimana olahraga Bowling diberikan dengan singkat dan cepat oleh pengetua bapak Ahmad Badri . Setelah berganti sepatu khusus , acara pertandingan segera dilaksanakan tanpa latihan . Waah rameee....ternyata kami yang belum pernah memegang bola bowling ini bisa sukses bermain , beberapa kali peserta dari Indonesia memperoleh strike . Selesai 20 lemparan untuk tiap peserta , skor dihitung dan diumumkan pemenangnya . Yeess...SMA Negeri 3 memborong semua kejuaraan , juara pertama bapak Wahyudi , juara kedua Laksami Faizha Alya dan juara ketiga ibu Sutarti . Masing-masing juara mendapat flashdis 16GB , lumayaaaan . Capek , senang , puas...itu kesan untuk hari ini . Pulang ke hotel siap-siap packing karena esok pagi kami akan kembali ke negeri tercinta Indonesia .



 

Pic20 : siap lempar bola bowling ,  semangaaat....


Hari kelima , Minggu 1 Maret 2015

Pagi ini , hari terakhir kunjungan kami di Malaysia . Chek out hotel dengan barang bawaan yang lebih banyak dibanding saat kami chek in . Sebelum ke bandara KLIA2 , kami sempat mampir ke menara kembar Petronas , bangunan yang merupakan icon Malaysia . Benar-benar hanya mampir untuk berfoto . Bagaimana bisa kita meninggalkan Malaysia kalau belum berfoto di Petronas . Sayang angel pengambilan gambar menentang cahaya sehingga fotonya terlihat agak gelap . Dari Petronas kami masih sempat mampir ke Cocoa Boutique , butik coklat di Kuala Lumpur .Dan destinasi terakhir kami di Malaysia adalah mengunjungi pasar seni . Ayooo...habiskan ringgit . Beragam souvenir khas Malaysia dijual disini . Ada pula kerajinan yang berasal dari Bali , Thailand dan India .

Jam sudah menunjuk pukul 11 waktu setempat , dan kami bergegas menuju ke bandara KLIA2 . Setelah chek in , pemeriksaan imigrasi dan boarding pass , kami pun siap terbang bersama Air Asia kembali ke Indonesia via bandara Adi Sucipto Yogyakarta . Selamat tinggal Malaysia , terimakasih tak terhingga untuk teman -teman yang telah menyambut dan menjamu kami selama lima hari di Malaysia . Best regard to En Ahmad Badri bin Mardi yang sudah menghantar kami kemanapun , sudah menjadi bapak bagi siswa-siswa kami , terimakasih juga kepada cikgu Zunesa Wirdaningseh yang juga tak kenal lelah mendampingi kami terus menerus , dan kepada semua guru serta siswa SMK Bandar Banting , SMK Puchong Perdana , SMK Seksyen 18 yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu . Semoga persahabatan ini terus berlanjut . 


Pic21 :  menara Petronas 

 

Purworejo ,   Maret 2015 
                                                                                          Tri Eni Widyastuti